Adhien

Setitik…Namun Pasti..

Rusa “Unicorn”

Dilihat dari namanya mungkin kita menebak-nebak apakah rusa”unicorn” itu seperti Kuda Unicorn yaitu kuda yang memiliki satu tanduk yang ada di dalam cerita dongeng?

Ya, rusa “unicorn” demikian sebutannya memang mirip seperti gambaran kuda unicorn yang ada didalam cerita dongeng. Yaitu seekor rusa yang memliki hanya satu tanduk saja dikepalanya yang terletak di bagian tengah kepala.

Rusa ini diketemukan disebuah taman nasional di italia. Gilberto Tozzi, direktur Pusat Sains Nasional Prato mengatakan “Rusa tersebut merupakan salah satu rusa kembar yang lahir setahun lalu di penangkaran di Tuscan, dekat Florence”. Tozzi yakin tanduk tunggal disebabkan kelainan genetika karena kembarannya tetap memiliki dua buah tanduk.

“Biasanya tanduk tunggal tumbuh di bagian pinggir daripada di tengah. Ini sepertinya kasus yang kompleks,” kata Fulvillo Fraticelli, direktur sains Kebun Binatang Roma. Ia mengatakan posisi tersebut mungkin dipicu trauma selama di dalam kandungan.

sumber : Kompas

Juni 14, 2008 Ditulis oleh adhien | Sekedar Tau | , , , | No Comments Yet

LIPI Mulai Terapkan Sel Bahan Bakar

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah menerapkan teknologi energi sel bahan bakar (fuel cell) berbahan bakar hidrogen dengan limbah senyawa air murni. Sel bahan bakar itu diaplikasikan pada proyek pembangkit listrik di daerah terisolir di Desa Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.

Demikian dijelaskan Deputi Jasa Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jan Sopaheluwakan, Senin (12/5), di Jakarta. Penerapan teknologi energi paling mutakhir ini adalah yang pertama kali di Indonesia. Serupa dengan energi terbarukan dan energi alternatif lain, langkah komersialisasi dan menuju industri dikhawatirkan terhambat.

“Tugas pemerintah seharusnya membuka peluang pasar terlebih dahulu,” kata Jan. Menurut dia, anggaran untuk pengembangan energi ada di beberapa departemen, yaitu Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, atau Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun, programnya berjalan sendiri-sendiri dan tidak pernah diarahkan membuka peluang pasar bagi energi terbarukan dan alternatif.

Sel bahan bakar di Malingping, menurut Jan, adalah proyek Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Sel tersebut merupakan sel hibrid dengan tenaga angin dan sel surya. Hasil riset diharapkan bisa direkomendasikan sebagai proyek terintegrasi antarinstansi dengan berbagai sumber energi terbarukan yang melimpah di Indonesia, termasuk biomassa.

Koordinator proyek tersebut dari LIPI, Achiar Oemry, mengatakan, aplikasi bahan bakar hidrogen dan teknologi fuel cell mampu mengatasi persoalan penyimpanan energi listrik menjadi gas hidrogen. Kapasitas pembangkit listrik berpola hibrid dari semua energi terbarukan di Malingping itu sekitar 3 kilowatt.

“Produksi hidrogennya bergantung pada faktor kelebihan produksi listrik dari sel surya dan turbin angin,” kata Oemry. Di negara maju, termasuk China, hidrogen digunakan untuk bahan bakar mobil.

NAW
Sumber : KOMPAS

Juni 8, 2008 Ditulis oleh adhien | Sekedar Tau | , , , , | No Comments Yet

Persib Didatangi Josiah Seton

Persib didatangi striker asing pelamar yang sempat menjadi pencetak gol terbanyak (top scorer) Pupuk Kaltim (PKT) musim lalu, Josiah B. Seton. Sayangnya, pencetak 17 gol musim 2007 itu hanya sempat mengikuti satu kali latihan pada Jumat pagi. Sore harinya, pukul 15.00 WIB, pemain kelahiran Monrovia, Liberia, pada 23 Maret 1979 itu kembali ke Tangerang karena sakit.

“Waktu sampai di sini tadi malam, sehabis makan, perut saya tiba-tiba sakit. Semalam saya tidak bisa tidur. Pagi-pagi saya coba latihan, tetapi untuk sore saya sepertinya tidak kuat,” kata Seton di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung, Jumat (6/6). Seton tiba di mes pada Kamis pukul 20.00 WIB.

Merasa kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk melanjutkan proses seleksi, ia pun menghubungi agennya. Sang agen yang tidak menyertai kedatangan Seton ke Bandung menginstruksikan agar pemain bertinggi badan 175 cm itu kembali ke Jakarta guna menjalani perawatan. Seton pun mengaku telah meminta izin kepada pelatih Jaya Hartono untuk pulang Jumat sore.

“Saya disuruh berobat ke rumah sakit di Jakarta. Kalau sudah sehat dan Persib masih berminat, saya akan kembali lagi ke Bandung. Mungkin dua atau tiga hari saya di Jakarta. Saya sangat tertarik bergabung dengan Persib karena ini tim bagus,” ujar Seton.

Dokter Persib, dr. Ia Kurnia, membenarkan jika pemain berjuluk “George Weah” Liga Malaysia itu mengalami sakit di bagian perut, tepatnya di daerah supra pubic pain. Kemungkinan besar, Seton mengalami cystitis atau radang kandung kemih karena mengeluhkan nyeri di daerah perut bagian bawah.

“Saya sudah memeriksa dia sampai dua kali. Karena Seton tidak mau diperiksa lebih lanjut dan bersikeras ingin pulang ke Tangerang, saya belum mengetahui secara pasti penyakit yang diderita Seton. Mungkin radang kandung kemih, tetapi kalau dilihat dari makan dan minumnya pagi ini bisa dikatakan normal,” kata Ia.

Diakui Pelatih Persib Jaya Hartono, kepulangan Seton ke Tangerang atas seizinnya. “Tadi sore dia SMS saya, minta izin pulang karena sakit. Sebenarnya, Persib sudah menawarkan perawatan, dokter. Ia pun sudah merawatnya dari pagi. Namun, Seton bersikeras ingin pulang. Karena belum ada ikatan kontrak, Persib tidak bisa melarang,” kata Jaya.

Ditanya tentang peluang Seton terlepas dari penyakitnya, Jaya mengakui jika pemain berkulit hitam itu memiliki kualitas yang bagus. Bahkan, musim lalu selalu membobol gawang Deltras saat berhadapan dengan PKT ketika Jaya Hartono menangani Deltras. Dari skill dan sentuhan teknik, Seton tidak diragukan.

“Kalau ditanya apakah ia bisa kembali mengikuti seleksi, bisa saja, selama Persib belum mendapatkan striker yang dibutuhkan. Intinya, sebelum kompetisi Persib harus sudah mendapatkan striker. Kalau profesional, walaupun waktu bergabungnya mepet dengan kompetisi, dia pasti bisa dengan mudah menyesuaikan diri,” ujar Jaya.

Dari 17 koleksi gol, 14 di antaranya dilesakkan di Liga Indonesia dan sisa tiga gol dari Piala Indonesia. Sebelum bergabung dengan PKT pada 2007, Seton pernah menjadi striker Thunder Bay Chill Kanada.

Pada 2002-2006, dia bermain di Liga Malaysia. Tiga tahun pertamanya di Malaysia, 2002-2005 dihabiskan untuk membela Sabah FA dan satu tahun kemudian pindah ke Pahang FA. Pemain timnas Liberia dari 2003 sampai sekarang itu juga sempat membela FC Kochin di India (2001-2002) dan Invincible Eleven Liberia (2000-2001)

Sumber : Harian Pikiran Rakyat

Juni 8, 2008 Ditulis oleh adhien | Sepak Bola | , , | No Comments Yet