Adhien

Setitik…Namun Pasti..

Harga BBM Dipastikan Naik

JAKARTA, (PR).-
Pemerintah memastikan akan menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara terbatas. Hal itu merupakan satu dari tiga langkah kebijakan yang akan ditempuh pemerintah menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia. Tujuannya adalah mengamankan APBN 2008-2009.

Demikian dikemukakan Menko Perekonomian, Boediono, seusai mengikuti rapat kabinet terbatas membahas BBM bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/5).

Menurut Boediono, kenaikan BBM bersubsidi secara terbatas dimungkinkan mengingat masih banyak masyarakat yang masih mampu. Namun, ia tidak menjelaskan maksud dari kenaikan BBM bersubsidi secara terbatas itu.

Pada rapat kabinet terbatas tersebut dibahas tiga opsi, yakni langkah-langkah penghematan total konsumsi BBM dan listrik, kenaikan terbatas terhadap beberapa harga BBM bersubsidi, dan kompensasinya bagi rakyat kecil.

“Langkah-langkah ini untuk mengamankan APBN 2008-2009. Dalam beberapa minggu ke depan, kita siapkan hal-hal teknisnya,” kata Boediono.

Menurut dia, meski ada kenaikan BBM, uang yang diperoleh dari kenaikan BBM itu akan dikembalikan kepada rakyat. “Jadi, istilahnya re-alokasi,” kata Boediono.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, tiga opsi itu akan sesegera mungkin dilaksanakan agar tidak menimbulkan ketidakpastian pasar. Yang jelas, kenaikan itu masih bisa dijangkau kelompok masyarakat dan pelaku ekonomi. “Sekarang sedang dipersiapkan teknisnya. Dihitung secara matang, berapa besarannya dan target siapa yang akan dilindungi dari kenaikan ini,” ujar Sri.

Meski kenaikan harga BBM belum disebutkan besarannya, Ketua Kadin, Moh. S. Hidayat mengatakan, pihaknya merekomendasikan kenaikan BBM antara 20 persen hingga 30 persen. Sedangkan berdasarkan penilaian pemerintah, kenaikan harga BBM yang pantas adalah 28,7 persen.

Harus naik

Presiden SBY menegaskan, pemerintah saat ini tidak lagi dalam tahapan menaikkan atau tidak menaikkan BBM. Pemerintah telah masuk dalam tahapan pembahasan besaran kenaikan BBM serta apa saja instrumen yang menyertainya.

“Oleh karena itu, tahapan kita saat ini bukan lagi naik atau tidak naik. Tapi kalau naik berapa? Komoditas apa saja? Kemudian instrumen yang menyertai itu apa saja?” kata Presiden saat jamuan santap siang dengan tokoh pers, pemimpin media massa, dan wartawan senior di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5).

Presiden memaparkan, pemerintah perlu menyiapkan perangkat untuk menghadapi semakin melonjaknya harga minyak dunia. Pemerintah berharap dapat memberikan keputusan itu secepatnya agar bisa memberikan jaminan terhadap pasar.

“Mudah-mudahan tidak terlalu lama, sehingga market bisa kita berikan jaminan bahwa kebijakan yang dikeluarkan tepat dan waktunya juga tepat,” kata Presiden.

Presiden mengakui, selalu ada risiko politik, sosial dan keamanan, jika pemerintah memutuskan menaikkan BBM. Presiden menceritakan pengalaman pemerintah saat menaikkan BBM tahun 2005. Saat itu, perlu waktu 2-3 minggu untuk membuat keputusan dan menyiapkan perangkat untuk mendukung keputusan itu.

Penghematan total

Sementara itu, Boediono menuturkan, penghematan total dari konsumsi energi BBM dan listrik dapat dilakukan dengan berbagai cara yang sebagian sudah dilakukan. Ia mencontohkan penghematan melalui pengaturan energi di kantor-kantor, konversi dari energi yang mahal ke yang murah, minyak tanah ke elpiji, melakukan upaya penghematan listrik dengan sistem insentif dan disinsentif.

“Juga melakukan upaya penghematan melalui sistem Smart Card untuk premium dan solar, dan kartu kendali untuk minyak tanah,” katanya.

Boediono mengatakan, pemerintah mengupayakan berbagai langkah untuk mengoptimalkan penerimaan APBN, baik dari sektor pajak maupun nonpajak. Namun, melihat situasi yang berkembang saat ini tidak cukup kondusif, pemerintah memandang perlu meningkatkan harga BBM bersubsidi di dalam negeri secara terbatas. Hanya kenaikan BBM terbatas itu harus bisa ditanggung masyarakat dan sekaligus dilaksanakan upaya memberikan kompensasi kepada mereka yang membutuhkan, terutama golongan masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin. (A-130)
sumber (www.pikiran-rakyat.com)

Mei 6, 2008 - Posted by | Berita

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: