Adhien

Setitik…Namun Pasti..

Persib Didatangi Josiah Seton

Persib didatangi striker asing pelamar yang sempat menjadi pencetak gol terbanyak (top scorer) Pupuk Kaltim (PKT) musim lalu, Josiah B. Seton. Sayangnya, pencetak 17 gol musim 2007 itu hanya sempat mengikuti satu kali latihan pada Jumat pagi. Sore harinya, pukul 15.00 WIB, pemain kelahiran Monrovia, Liberia, pada 23 Maret 1979 itu kembali ke Tangerang karena sakit.

“Waktu sampai di sini tadi malam, sehabis makan, perut saya tiba-tiba sakit. Semalam saya tidak bisa tidur. Pagi-pagi saya coba latihan, tetapi untuk sore saya sepertinya tidak kuat,” kata Seton di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung, Jumat (6/6). Seton tiba di mes pada Kamis pukul 20.00 WIB.

Merasa kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk melanjutkan proses seleksi, ia pun menghubungi agennya. Sang agen yang tidak menyertai kedatangan Seton ke Bandung menginstruksikan agar pemain bertinggi badan 175 cm itu kembali ke Jakarta guna menjalani perawatan. Seton pun mengaku telah meminta izin kepada pelatih Jaya Hartono untuk pulang Jumat sore.

“Saya disuruh berobat ke rumah sakit di Jakarta. Kalau sudah sehat dan Persib masih berminat, saya akan kembali lagi ke Bandung. Mungkin dua atau tiga hari saya di Jakarta. Saya sangat tertarik bergabung dengan Persib karena ini tim bagus,” ujar Seton.

Dokter Persib, dr. Ia Kurnia, membenarkan jika pemain berjuluk “George Weah” Liga Malaysia itu mengalami sakit di bagian perut, tepatnya di daerah supra pubic pain. Kemungkinan besar, Seton mengalami cystitis atau radang kandung kemih karena mengeluhkan nyeri di daerah perut bagian bawah.

“Saya sudah memeriksa dia sampai dua kali. Karena Seton tidak mau diperiksa lebih lanjut dan bersikeras ingin pulang ke Tangerang, saya belum mengetahui secara pasti penyakit yang diderita Seton. Mungkin radang kandung kemih, tetapi kalau dilihat dari makan dan minumnya pagi ini bisa dikatakan normal,” kata Ia.

Diakui Pelatih Persib Jaya Hartono, kepulangan Seton ke Tangerang atas seizinnya. “Tadi sore dia SMS saya, minta izin pulang karena sakit. Sebenarnya, Persib sudah menawarkan perawatan, dokter. Ia pun sudah merawatnya dari pagi. Namun, Seton bersikeras ingin pulang. Karena belum ada ikatan kontrak, Persib tidak bisa melarang,” kata Jaya.

Ditanya tentang peluang Seton terlepas dari penyakitnya, Jaya mengakui jika pemain berkulit hitam itu memiliki kualitas yang bagus. Bahkan, musim lalu selalu membobol gawang Deltras saat berhadapan dengan PKT ketika Jaya Hartono menangani Deltras. Dari skill dan sentuhan teknik, Seton tidak diragukan.

“Kalau ditanya apakah ia bisa kembali mengikuti seleksi, bisa saja, selama Persib belum mendapatkan striker yang dibutuhkan. Intinya, sebelum kompetisi Persib harus sudah mendapatkan striker. Kalau profesional, walaupun waktu bergabungnya mepet dengan kompetisi, dia pasti bisa dengan mudah menyesuaikan diri,” ujar Jaya.

Dari 17 koleksi gol, 14 di antaranya dilesakkan di Liga Indonesia dan sisa tiga gol dari Piala Indonesia. Sebelum bergabung dengan PKT pada 2007, Seton pernah menjadi striker Thunder Bay Chill Kanada.

Pada 2002-2006, dia bermain di Liga Malaysia. Tiga tahun pertamanya di Malaysia, 2002-2005 dihabiskan untuk membela Sabah FA dan satu tahun kemudian pindah ke Pahang FA. Pemain timnas Liberia dari 2003 sampai sekarang itu juga sempat membela FC Kochin di India (2001-2002) dan Invincible Eleven Liberia (2000-2001)

Sumber : Harian Pikiran Rakyat

Juni 8, 2008 - Posted by | Sepak Bola | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: